Berita,  Berita Daerah

Demi Peningkatan Kualitas SDM, 458 Jabatan Perangkat Desa Di Wonogiri Akan Melalui Uji Kompetensi




WONOGIRI- perekrutan atau pengisian kekosongan perangkat desa di Kabupaten Wonogiri akan dilaksanakan tahun ini. Saat ini ada 458 jabatan perangkat desa yang masih kosong.

Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengatakan, pihaknya telah menggelar konsolidasi dengan seluruh pemerintah desa di kabupaten tersebut. “Rencananya akan ada pengisian 458 perangkat desa,” katanya usai memimpin pengarahan terhadap pemerintah desa di Ruang Kahyangan Kompleks Setda Wonogiri, Rabu (28/4).



Meski demikian, Bupati meminta untuk dilakukan pemetaan kembali terhadap kebutuhan perangkat desa di kabupaten tersebut. Dengan demikian, pengisian perangkat desa nantinya minim struktur namun kaya fungsi, demi mewujudkan efisiensi anggaran.

“Saya tidak mau satu RW satu Kadus. Tetapi harus ada beban kerja berbasis pada teritorial, geografis, dan jumlah keluarga yang bisa diampu,” ujarnya.



Proses perekrutan perangkat desa akan menggunakan uji kompetensi, seperti yang dilaksanakan saat perekrutan perangkat desa serentak tahun 2017 lalu. “Sosialisasi kepada pemerintah desa kami lakukan sejak awal agar semua pihak yang merasa punya kompetensi dapat mempersiapkan diri sejak awal,” terangnya.

Pengisian perangkat desa diadakan untuk posisi sekretaris desa (Sekdes), kepala urusan (Kaur), hingga kepala dusun (Kadus). Pengisian perangkat desa secara serentak tersebut ditargetkan selesai bulan Oktober-November mendatang. “Bulan Oktober-November harus sudah selesai karena terkait penentuan anggaran untuk 2022,” katanya.

sumber berita



2 Komentar

  • Agus Danang Sriyanto

    Kami menyambut baik paradigma baru tentang struktur organisasi Pemerintah Desa yakni “minim struktur namun kaya fungsi”, Ini merupakan suatu langkah yang tepat yang diambil oleh Bapak Bupati menuju postur birokrasi yang efektif dan efisien. Diiera digitalisasi seperti yang kita alami saat ini, beberapa tugas dan kepentingan bisa terwakili oleh perangkat lunak dan perangkat keras. Sebagai contoh, pendataan dan pelaporan saat ini diminta secara real-time, on time, dan berbentuk soft file, tidak lagi secara manual, meskipun berkas/dokumen tetap dibutuhkan sebagai konsumsi kearsipan.

    • admin

      betul, seiring dengan peningkatan kesejahteraan yang diterima perangkat desa, tentu hrs diimbangi dengan peningkat kualitas SDM dari perangkat desa itu snediri,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *