Berita,  Berita Daerah

Dewi Sartika, Kades Cantik Mukomuko Ini Akhirnya Diberhentikan

MUKOMUKO – Tindakan dari sejumlah warga yang mendatangi kediaman Kades Manjunto Jaya (MJ) Kecamatan Air Manjuto, Dewi Sartika, sangat disayangkan. Terlebih lagi tindakan yang menurut sejumlah warga itu adalah penggerebekan, terjadi saat waktu yang masih sangat normal yakni sekitar pukul 21.15 WIB, Sabtu (6/6) malam.



Dewi Sartika menilai dirinya telah dizalimi oleh sejumlah oknum warga. Bahkan menurutnya, apa yang dilakukan sejumlah oknum warga itu. Sebab malam itu ia sedang menerima tamu, yakni Kades Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, Rismanaji. Di mana tempat ia menerima tamu di ruang tamu. Di rumahnya juga ada orangtua dan anaknya. Waktu ia melayani orang bertamu ke rumahnya, menurutnya, masih jam normal orang berkunjung dan bertamu.

“Saya dizalimi. Orang yang bertamu di rumah saya malam itu masih dalam kewajaran dan duduk di ruang tamu. Pada malam itu anak, orangtua dan adik saya ada di rumah. Malah saya dituding melanggar norma adat,” sesal Dewi.

Dewi menyesalkan apa yang dilakukan oleh sejumlah oknum warganya itu tidak berdasar. “Salah saya apa, menerima tamu di malam hari. Apalagi tamu tersebut duduk di ruang tamu, masih di bawah pukul 21.30 WIB, dan di rumah ada orangtua, adik, dan anak saya. Jika kami salah, salah kami di mana,” tandas Dewi.



Dewi menyatakan tidak akan membuat surat pengunduran diri sebagai kades. Pasalnya, ia merasa tidak ada perbuatan atau tindakan yang melanggar. Namun sepenuhnya hal tersebut ia serahkan ke Bupati Mukomuko. “Bupati yang memiliki kewenangan. Namun kalau saya harus membuat surat pengunduran diri, tidak akan saya lakukan karena saya merasa tidak bersalah,” tegasnya.

pa langkah dirinya atas perbuatan sejumlah oknum warganya itu, Dewi mengaku belum memutuskan apapun. Namun tidak menutup kemungkinan bakal melaporkan sejumlah oknum warga tersebut ke kepolisian. “Untuk sekarang belum ada langkah-langkah yang saya ambil. Karena pada malam itu sudah difasilitasi camat dan pihak kepolisian. Namun tidak menutup kemungkinan bakal melaporkan ke pihak penegak hukum. Itu jika ada yang melakukan hal-hal lainnya yang menuding tanpa bukti dan menzalimi dirinya selaku kades,” tegas Dewi.



Dewi tidak menampik, Kades Tunggal Jaya yang bertamu ke rumahnya itu adalah calon suaminya. Rismanaji sengaja bertandang ke rumah calon istrinya itu untuk menemui orangtua Dewi guna membicarakan kelanjutan rencana pernikahannya dengan calon istrinya itu.

Rismanaji ikut menyesalkan aksi yang dilakukan oleh sejumlah oknum warga Desa Manjunto Jaya. “Kami sepakat tidak akan membawa ke ranah hukum meskipun perbuatan yang dilakukan warga itu telah mencemarkan nama baik kami. Apalagi kami sampai dibawa ke kantor desa dan disidang adat yang baru selesai sekitar pukul 02.00 dini hari Minggu (7/6),” kata Rismanaji.

Versi Rismanaji, malam itu usai salat Isya, ia dari rumah sengaja bertandang ke rumah calon istrinya tersebut. Kedatangannya untuk menemui orangtua Dewi, guna membicarakan kelanjutan rencana pernikahannya dengan calon istrinya itu.
“Saat saya di rumah orangtua calon istri, saya berbincang-bincang dengan orangtua Dewi mengenai tindaklanjut rencana pernikahan kami. Mengingat, Dewi juga sudah menjanda dan saya juga sudah menduda meskipun saat ini masih menunggu surat kuning dari Pengadilan Agama. Saat saya berbincang dengan calon mertua, Dewi Sartika sedang mengajari anaknya belajar. Setelah selesai mengajari anaknya, Dewi menemui saya di ruang tamu. Sambil ngopi, saya berbincang-bincang ringan dengannya,” jelasnya.

Sekitar pukul 21.15 WIB, ada satu orang warga datang ke rumah Dewi. Ia pun sempat jabatan tangan dengan oknum warga yang tidak ia ketahui namanya itu.



“Awalnya satu orang warga datang dan masuk ke dalam rumah. Oknum warga itu meminta penjelasan dari Dewi Sartika mengenai saya. Dewi Sartika saat itu menjawab, bahwa lelaki itu calon suami saya. Setelah beberapa saat, secara tiba–tiba datang sekitar 50 orang warga menggeruduk ke rumah Dewi. Ketika suasana mulai tidak kondusif, saya minta Dewi untuk menelepon Sekdes, BPD, Camat, termasuk TNI dan polisi. Sampailah tuntas malam itu,” tutup Rismanaji.

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya bahwa Kades cantik ini diberhentikan akhirnya dari jabatannya

lantaran melakukan larangan sebagai seorang kades alias melanggar kode etik.



“Ya, Benar, surat itu dikeluarkan akhir bulan lalu. Dia (Dwi) membuat resah warganya. Dokumen (SK) di kantor. Prosesnya (waktunya) gak beda dengan Kepala Desa Pondok Baru dan Selagan Jaya” kata Abdiyanto, Minggu, (18/07/2021).

Saat ditanya apa yang menjadi alasan pemberhentian sang kades, Asisten I mengungkapkan, Sang kades yang berstatus janda itu dilaporkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat karena telah membuat keresahan di tengah masyarakat. Saat itu rumahnya dugerbek warganya sendiri lantaran menerima tamu lelaki hingga larut malam.

Selain itu, kata Abdiyanto ada indikasi penyalahgunaan pengelolaan dana Desa (DD). Namun, terkait dana desa ia belum bisa memastikan.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *