Berita,  Berita Daerah

Galaunya Siti Sholikah, Pelantikan Menjadi Perangkat Desa Ditunda Gegara Ada Tuntutan




Purwodadi – Hasil seleksi penjaringan perangkat desa di Desa Karangwader, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan telah diumumkan hasilnya.

Berita yang dilansir dari mediapurwodadi.com ini menjelaskan bahwa dari seleksi penjaringan perangkat desa tersebut sebanyak tiga orang dinyatakan lolos dari tes seleksi.

Ketiga orang tersebut yakni, Tatag Rustiadi sebagai Kepala Dusun (Kadus) Ketopo, Niam Tamami sebagai Kaur Keuangan dan Siti Solikah sebagai Kasi Pemerintahan.

Namun, hasil seleksi tersebut tiba-tiba dibatalkan oleh Kepala Desa (Kades) Karangwader, Ahmad Syafii, Rabu, 30 Juni 2021.

“Ada empat peserta penjaringan perangkat desa yang melakukan tuntutan melalui kuasa hukumnya,” ungkap Kades Karangwader, Ahmad Syafii.

Atas adanya gugatan dan upaya banding administratif tertanggal 28 Juni 2021 tersebut Kades Karangwader menolak hasil seleksi penjaringan tersebut.

“Maka saya menunda pelantikan sampai ada putusan hukum yang tetap. Jika yang sebelumnya lolos menang dalam proses hukum, maka akan saya lantik,” jelas Ahmad Syafii.



Kades Karangwader, Ahmad Syafii juga mempersilakan tiga orang yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi untuk menempuh jalur hukum

“Begitu juga jika yang sebelumnya tidak lolos memenangkan dalam proses hukumnya dan dilakukan tes ulang,” kata Ahmad Syafii.

Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karangwader, Damain yang turut hadir dalam acara tersebut menolak menandatangani berita acara kegiatan itu.

Damian, yang mangikuti seluruh tahapan seleksi penjaringan perangkat desa sejak dari awal hingga akhir mengaku tidak mengetahui apa kesalahan dari panitia maupun peserta.

Penundaan pelantikan ini membuat Siti Solikah, salah satu peserta seleksi yang sebelumnya telah dinyatakan lolos merasa kecewa.

Menurutnya, dia merasa jerih payahnya dalam menghadapi persaingan penjaringan perangkat desa sia-sia.

“Isi undangannya musyawarah koordinasi tentang penjaringan perangkat desa, tapi setelah kami datang tidak ada musyawarah. Langsung pembatalan hasil penjaringan perangkat desa. Terus terang saya kecewa,”




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *