Berita,  Berita Daerah

Innalillahi, Enam Kades Terpilih Di Bangkalan Meninggal Dunia Sebelum Di Lantik

Pamekasan – Enam Kepala Desa (Kades) terpilih di Pilkades Serentak 2021 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, meninggal dunia sebelum disumpah jabatan oleh Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron.



Dilansir dari cnnindonesia.com, mereka di antaranya adalah Kades Desa Buluh Kecamatan Socah, Kades Tegar Priyah Kecamatan Geger, Kades Kamal Kecamatan Kamal, Kades Sendang Laok Kecamatan Labang, Kades Makam Agung dan Kades Desa Cendagah Kecamatan Arosbaya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangkalan Taufan Zairinsjah membenarkan enam kades meninggal sebelum dilantik. 

“Iya meninggal (enam Kades) sebelum dilantik,” kata Taufan saat ditelepon CNNIndonesia.com, Jumat (30/7).

Taufan enggan merespons soal penyebab enam kades meninggal, terutama yang mengarah pada penyakit Covid-19. Meski demikian ia mendoakan enam mendiang kades dapat tempat yang layak di sisi-Nya.



Sementara Itu Ketua DPRD Bangkalan Mohammad Fahad mengingatkan pemerintah dalam hal ini Bupati segera menunjuk Penanggung jawab (Pj) Kades. Sementara Taufan menyebut pemerintah langsung menunjuk Pj Kades.

“Mekanisme pemilihannya nanti dapat mengikuti Pilkades berikutnya yang sudah pemerintah,” kata Fahad. 

Pelantikan kades sendiri telah digelar pada Rabu 28 Juli lalu. Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron melantik 111 kades terpilih, di Pendopo Agung pada Rabu (28/7). Delapan di antaranya sebagai perwakilan kecamatan berada di lokasi pelantikan. Sisanya menjalani pelantikan virtual di Kantor Kecamatan.

Bupati yang akrab disapa Ra Latif itu meminta para kades terpilih untuk menjalin komunikasi dengan masing-masing perangkat desa agar memahami tugas dan kewajiban sebagai kades.

“Sumber daya yang ada di desa, baik sumber daya manusia dan sumber daya alam bisa dioptimalkan untuk penopang terwujudnya desa maju dan mandiri,” kata Ra Latif.



Ia juga meminta agar kades mempercepat pembangunan desa dengan program inovatif. Lupakan perbedaan politik, dan dapat merangkul semua pihak tanpa pandang bulu.

“Sebisa mungkin untuk turun ke lapangan agar semakin dekat sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jika itu yang dilakukan, maka bantuan serta program yang digagas akan tepat sasaran,” harapnya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *