Berita,  Berita Daerah

Kartini Masa Kini, 3 Kades Tangguh Dari Karawang

Selama ini kaum wanita sering dianggap sebagai makhluk yang feminin yaitu wanita yang lemah lembut, keibuan, emosional, dan irasional.Hal ini terjadi akibat bias gender sehingga kaum wanita diragukan kemampuannya dalam menduduki jabatan tertentu dalam suatu pekerjaan.



Lain halnya dengan tiga kepala desa yang ada di kecamatan Kuta waluya  Kabupaten Karawang yakni Rahmawati Dewi (Kades Sindang Mukti),Dini Novi Andriyani S.E (Kades Sindang Karya) dan Aan Maryani Khoirudin ( Kades Kuta Mukti),merekamerupakan sosok sosok wanita yang tidak hanya terlihat anggun tetapi juga wanita  teladan di desanya melalui keterlibatannya dalam berbagai program pembangunan yang ada di desa.

“Kaum wanita itu memiliki kesetaraan dengan kaum lelaki, dan kaum wanita dapat melakukan segala bentuk pekerjaan yang umumnya hanya dapat dilakukan oleh kaum lelaki”,kata Rahmawati Dewi,  ditempat kediamannya Di Sindang Mukti.pada Senin lalu,04/10/2021).



Kemampuan tersebut ditunjukkan ibu dari tiga anak ini,di dalam visi misinya sebagai Kades untuk membangun  desa Sindang Mukti  ke arah yang lebih maju dalam berkontribusi di program baik pada kegiatan fisik maupun non-fisik.

Sementara Itu Dini Novianti Kades Sindang Karya mengungkapakan menjadi kades perempuan menurutnya ada suka dan dukanya,meski menjadi PAW pengganti orang tuanya,ia mengaku selain mengurus rumah tangga dan mengurus anak ada beberapa kendala dengan tugasnya namun ia tetap semangat membangun desanya.

“Kendalanya kita dibagi bagi sama keluarga,mendidik anak,memilah milah ke masyarakat.Sukanya kita banyak tidak bisa diungkapkan dengan kata kata,yang jelas kami berusaha hadir ditengah masyarakat untuk membangun Desa”,ungkapnya.



Kepala desa adalah sebuah jabatan politik,sebagai kades tiga wanita ini pasti sibuk dengan kesehariannya, kesibukan mereka dibantu dan mendapat dukungan penuh dari suaminya.Kemudian tiga wanita tangguh ini sepakat memaknai emansipasi perempuan.

“Sebagai kades kami mendapat dukungan penuh dari suami,kami bekerja tentunya atas ijin suami.namun dalam memaknai emansipasi perempuan kami bersepakat bahwa perempuan itu harus bisa mandiri dan jangan mengandalkan dari lelaki dengan menunjukan bahwa perempuan itu mampu,”ujar Dini.

Dilansir dari wartapasundan.id, mereka berharap sebagi kepala desa menginginkan masyarakatnya lebih maju dan sejahtera sesuai visi misi yang mereka rencanakan.dan mereka meminta penyemarataan aspirasi jangan sampai desanya tertinggal.

“Kami ingin penyemarataan aspirasi,jangan sampai aspirasi kami tidak di dengar  hanya kedesa desa tertentu,sementara kita yang ada di pelosok tidak dapat.Mudah mudah mudahaan dalam kepemimpinan kita semuanya bisa tercapai sesuai visi misi kita dan program dari pemerintah bisa terealisasi”,harap Aan Maryani.





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *