Berita,  Berita Daerah

Kembali Pimpin PPDI Klaten, Bambang H.S. Siapkan Program Terukur Untuk Kesejahteraan Perangkat Desa




KLATEN — Bambang H.S. kembali menakhodai Persatuan Perangkat Desa Indonesia atau PPDI Klaten periode 2020-2025. Selaku Ketua PPDI Klaten, Bambang H.S. bertekad ingin meningkatkan kesejahteraan anggotanya, di antaranya dengan memberikan santunan bagi anggota yang memasuki masa purna atau pun anggota meninggal dunia.

Dilansir dari Solopos.com, sejumlah anggota PPDI Klaten menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II di pendapa Pemkab Klaten, Sabtu (13/3/2021).

Selain dihadiri anggota PPDI Klaten, Musda II itu juga dihadiri Ketua PPDI Jateng, Cuk Suyadi dan penasihat PPDI, Ali. Lantaran musda digelar di tengah pandemi Covid-19, para peserta tetap menaati protojol kesehatan, seperti wajib memakai masker.

“Ingin saya itu yang jadi ketuanya yang muda-muda. Yang cerdas-cerdas. Saya akui, saya ini orangnya kasar. Tapi hati saya ini lembut. Kekasaran saya itu demi kedisiplinan organisasi. Semoga, PPDI Klaten ke depan semakin maju, jaya, dan sejahtera,” kata Bambang H.S., di sela-sela Musda II di pendapa Pemkab Klaten, Sabtu (13/3/2021).

Bambang H.S. mengaku sudah menyiapkan program andalan selama memimpin PPDI Klaten ke depan. Di antaranya, bertekad meningkatkan kesejahteraan anggotanya.



Pemberian Santunan

Salah satu caranya memperjuangkan pemberian santunan bagi anggota PPDI yang memasuki masa purna atau pun anggota yang mengalami kecelakaan/meninggal dunia.

“Selama ini belum ada sentuhan terkait hal itu. Kami akan perjuangkan ke depan. Kami akan berkoordinasi dengan pemkab. Bentuknya bisa santunan. Anggota PPDI Klaten kurang lebih mencapai 2.700 orang,” katanya.

Ketua PPDI Jateng, Cuk Suyadi, mengucapkan selamat atas terselenggaranya Musda II PPDI Klaten. Ucapan selamat ke Bambang H.S., dan pengurus PPDI Klaten lainnya.

“Semoga, pengurus yang baru dapat melaksanakan amanah dengan benar. Dalam sebuah organisasi, tak mungkin semuanya menjadi ketua atau pun bendahara. Jadi, anggota jangan mutung. Yang terpenting, anggota harus rukun dan guyub. Otomatis, organisasi akan maju,” katanya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *