Berita,  Berita Daerah

Meski Mayoritas Perangkat Desa-nya Diisolasi, PemDesa Plosoreso Tetap Beraktivitas

Karanganyar,  – Mayoritas perangkat Desa Plosorejo, Kecamatan Kerjo, Karanganyar Jateng menjalani isolasi terpusat di bekas gedung SMPN 2 Kerjo. Meskipun demikian, kantor desa tetap melayani dengan mengandalkan tenaga kerja yang tersisa.



Dilansir dari gatra.com, Camat Kerjo, Wahyu Widiyanto mengatakan dari 13 perangkat desa, delapan diantaranya terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka terkena tracing usai salah satu perangkat desa terpapar.

“Hasil swab keluar Selasa kemarin. Delapan perangkat desa itu dengan kesadaran sendiri masuk isolasi terpadu di bekas SMPN 2 Kerjo. Di sana mereka menjalani isolasi selama 10 hari. Segala kebutuhannya di sana dicukupi,” katanya kepada wartawan, Rabu (18/8).

Delapan perangkat desa tersebut termasuk kepala desa dan sekretaris kantor desa. Dengan sisa lima perangkat desa yang non reaktif Covid-19, dirasa cukup untuk melayani masyarakat di kantornya. Sehingga, opsi lockdown kantor desa tak perlu dilakukan.



Selain perangkat desa, sejumlah warga Desa Plosorejo juga terkonfirmasi positif Covid-19. Hanya saja, warga tersebut menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Kita terus melakukan edukasi kepada warga agar menjalani isoter di bekas SMP negeri 2 ini. Sehingga kesehatan warga ini lebih mudah terpantau dan proses penyembuhan juga lebih cepat,” kata dia.

Kades Plosorejo, Sukirno saat dihubungi via sambungan telepon mengatakan kurang tahu sumber penularan. Dirinya yang juga terkonfirmasi positif, memilih menjalani isoter supaya memberi contoh warganya.

“Meski diisolasi, kami tetap memantau pekerjaan lewat grup WA. Jadi meskipun kami diisolasi, karena kami OTG, kami masih bisa bekerja meskipun via daring,” imbuh dia.



Selain delapan perangkat desa, sejumlah keluarga perangkat yang dinyatakan positif menurut Sukirno juga diisolasi terpusat. Dia mengatakan ikutnya keluarga untuk ikut isolasi di tempat isoter berdasarkan kesadaran pribadi.

“Totalnya ada 11 orang yang menjalani isolasi terpadu. Delapan perangkat desa termasuk saya, dan sisanya keluarga perangkat. Sampai saat ini semua terpantau dalam kondisi baik,” beber dia

Sementara itu, masyarakat yang menjalani isoter di Gedung Wanita Karanganyar semakin berkurang. Kepala pelaksana BPBD Karanganyar Bagus Darmadi menyampaikan, warga yang menjalani isoter di gedung wanita yang sebelumnya sebanyak 11 orang berkurang menjadi 6 orang usai dinyatakan sembuh. Sedangkan untuk isoter di BLK Karangapandan tinggal 4 orang dari semula enam orang.

“Alhamdulillah, jumlah yang menjalani isoter semakin berkurang. Kita berharap kasus Covid-19 di Karanganyar terus mengalami penurunan,” tandasnya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *