Nasib, Sudah Telat Tiga Bulan Giliran Cair Siltap Perangkat Desa Dicuri Orang

SUBANG-Kepala Desa Sukasari Oleh Solihin, mengakui insiden dicurinya uang Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan suatu musibah yang tak terduga.

“Ini suatu musibah juga pelajaran buat kami semua ini merupakan hal yang tak terduga diluar dugaan,” ujar Oleh.

Dilansir dari pasundan.jabrasekspres.com, uang senilai Rp 83 Juta dari ADD tersebut untuk Penghasilan Tetap (Siltap) para perangkat Desa Sukasari yang belum mendapatkan gaji selama tiga bulan.

“Uang itu untuk Siltap Kepala Desa, Sekdes, Kasi Kaur, Staf dan BPD itu selama tiga bulan,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kronologis kejadian tersebut terjadi pada hari Selasa tanggal 22 Maret 2022 pukul 09.00 WIB, yang dimana rombongan pegawai desa menuju ke kantor Kecamatan Dawuan, lanjut menuju ke bank bjb Kalijati.

Selanjutnya, pada pukul 10.00 Wib tiba di bank bjb Kalijati. Kemudian pukul 10.30 WIB keluar dari bank bjb, dan berangkat dengan kondisi mobil stabil. Setelah sampai di jalan depan Alun-alun Kalijati kondisi mobil mulai oleng, dan ada pengendara motor yang memberitahu supir bahwa ban mobil tersebut bocor atau kempes.

Mengetahui dari ban yang dikendarainya bocor, Sekertaris Desa Sukasari yang mengendari mobil mencari tempat untuk ganti ban yang bocor, (ban belakang sebelah kiri dan terdapat paku).

Pada saat mengganti ban semua penumpang turun dari kendaraan, dan berada di sebelah kiri kendaraan, uang ADD sebesar Rp.83.621.000 tersebut disimpan ditas Bendahara di dalam kendaraan.

Setelah beres mengganti ban yang bocor dan akan masuk kendaraan, tas yang berisikan uang sudah tidak ada. Diperikirakan tas diambil dari pintu sebelah kanan, karena pada saat mau berangkat posisi pintu tidak tertutup rapat.

Pada kesempatan yang lain, Kasat Reskrim Polres Subang AKP Deni Nurcahyadi, menanggapi soal adanya pencurian Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Subang.

Dia mengaku Satreskrim Polres Subang saat ini masih dalam penyelidikan atas dugaan pencurian ADD tersebut.

“Seperti yang temen-temen ketahui, sebuah mobil yang digunakan untuk ambil ADD di salah satu Bank, disebut mengalami kebocoran. Ketika hendak ganti ban, tas berisi ADD di dalam mobil diambil orang tak dikenal,” katanya pada Rabu (23/3).

Atas peristiwa tersebut, dia mengaku sudah menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan, dan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami sedang selidiki, bagaimana perkembangannya, nanti kita share ya,” tukasnya.

About admin

Check Also

2 Bulan Diterbitkan, DPD Adakan RDP Pengawasan UU Desa

JAKARTA – Dengan disahkannya perubahan dari UU No 6/2014 menjadi UU No 3/2024 tentang Desa, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *