Berita,  Berita Nasional

Sesalkan Pungli NIPD, Ini Harapan Ketua Umum PPDI




KAUR– Pascakabar Operasi Tangkap Tangan (OTT) Pungutan Liar (Pungli) Nomor Induk Perangkat Desa (NIPD) oleh Polres Kaur, Rabu (24/2/2021) malam mendapat perhatian khusus dari Ketua Umum PPDI Pusat , Mujito.

Seperti ramai diberitakan melalui media lokal, Polres Kaur Polda Bengkulu dikabarkan mennggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) Pungutan Liar (Pungli) Nomor Induk Perangkat Desa (NIPD), Rabu (24/2/2021) malam. Tim gabungan Polres Kaur berhasil mengamankan praktek Pungli terhadap para perangkat desa.



Dari OTT tersebut, polisi mengamankan saksi berinisial Hn salah seorang oknum perangkat desa bersama sejumlah uang tunai dengan nilai Rp 200 juta lebih. OTT yang dilakukan polisi hanya berselang beberapa jam setelah penyerahan NIPD oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kaur, Rabu (24/2/2021) di Kantor Camat Tanjung Kemuning pukul 10.00 WIB.

Polisi sebelumnya mencium aroma Pungli di pembagian NIPD kepada lebih dari 1.500 perangkat desa se-Kabupaten Kaur yang tersebar di 192 desa dari 15 kecamatan. Dari pengembangan informasi tersebut, akhirnya tim gabungan Polres mendapati kabar pengumpulan uang disalah satu rumah oknum perangkat desa diwilayah Kecamatan Kelam Tengah.

“ Jauh hari secara pribadi sudah saya ingatkan, proses penerbitan NIPD ini jangan sampai ada yang namanya pungutan se-Rupiah pun,” kata Mujito.

“ Instruksi ini pun sudah saya sampaikan secara khusus melalui Ketua PPDI Kabupaten Kaur.”



“ PPDI secara organisasi tentu mendorong pengungkapan kasus ini secara gamblang, agar nantinya menjadi pembelajaran bagi daerah-daerah lain agar tidak terjadi kasus yang sama,” pungkas Mujito.

Secara khusus, Ketua Umum PPDI Pusat memberikan apresiasi  kepada Polres Kaur yang telah mengungkap kasus tersebut. Namun, harus diimbangi dengan keseriusan mengungkap jaringan Pungli NIPD ini. Sebab, disinyalir banyak melibatkan oknum dalam prakteknya. Selain itu, kedekatan aparat hukum guna mengusut tuntas sampai ke akarnya. Seret semua oknum yang terlibat dalam kasus ini.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *