Berita,  Berita Daerah

Sim Salabim, Seleksi Perangkat Desa Masih Sepekan Lagi Sudah Beredar Jawaban Soal




Grobogan – Isu terus bermunculan mewarnai seleksi perangkat desa di Grobogan. Selain isu mahar, isu peserta yang diduga “orangnya kades” sudah mendapatkan jawaban ujian tertulis juga santer terdengar.

Berdasarkan jadwal tahapan fasilitasi pengisian perangkat desa, jadwal ujian tertulis akan digelar beberapa hari lagi. Tepatnya 7 Juni. Maju mundurnya dari jadwal sebelumnya.

Isu itu diungkapkan seseorang berinisial N, salah satu warga Kecamatan Penawangan. N menyebut, meski soal dibuat pihak ketiga, namun peserta yang sejak awal dikondisikan untuk terpilih sebagai perangkat desa sudah mendapatkan jawaban.



“Saya tanya ke salah satu orangnya, katanya sudah dapat jawaban,” tuturnya.

N menyatakan, ujian tertulis yang hasilnya tidak bisa langsung dilihat sebagaimana CAT memang rawan dicurangi. N membandingkan dengan seleksi perangkat yang ada di daerah lain, di mana seleksi perangkat desa dilaksanakan dengan lebih adil. Menurutnya, salah satu cara agar tes tertulis lebih adil yakni dengan sistem CAT.

“Kalau dengan cara penilaian yang saat ini di Grobogan, itu rawan dicurangi. Hampir pasti ‘orangnya kades’ yang menang. Sebab apa? Nilainya tidak langsung keluar, tapi masih menunggu hingga dua hari,” paparnya.

Tidak hanya itu, N juga menyatakan, meski kebanyakan desa setoran calon perangkat berkisar antara Rp 200 juta hingga Rp 300 juta, namun ada beberapa desa yang setorannya lebih dari angka tersebut. Kendati demikian, dia tidak menyebut desa yang calon perangkatnya berani membayar sekian.



N mengklaim sebenarnya ingin melaporkan apa yang terjadi di desanya ke KPK atau instansi terkait. Namun, karena syarat untuk laporan begitu rumit, keinginannya pun urung terlaksana.

Terpisah, Hambali, yang juga warga Kecamatan Penawangan, mengklaim akan melaporkan dugaan mahar pengisian perangkat ke anggota DPRD Grobogan. Namun, hingga kemarin dia masih belum bisa memastikan kapan laporan tersebut benar-benar diserahkan.

“Masih menunggu kode dari Komisi A. Nanti kalau waktunya tepat, kami laporkan,” kata dia. 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *