Berita,  Berita Daerah

Soroti Bimbel Dadakan Menjelang Seleksi Perangkat Desa, Begini Himbauan PPDI Kendal




KENDAL,  – Tahun 2021 banyak Perangkat Desa yang kosong karena purna tugas. Seiring dengan lowongan tersebut bermunculan Bimbingan Belajar (Bimbel) menghadapi Test Computer Assisted Test (CAT). Pernyataan tersebut dikatakan oleh Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Kendal Chumaidi.

Seperti dilansir dari krjogja.com, Pihaknya justru menyoroti kompetensi dari para penyelengara Bimbingan Belajar yang membimbing para calon perangkat desa tersebut. “Saya berpesan kepada para calon perangkat desa untuk lebih selektif jika ingin menggunakan bimbingan belajar agar siap menghadapi CAT tersebut, apalagi jika harus mebayar sejumlah uang untuk bimbingan tersebut,”ujar Chumaidi.

Chumaidi juga berharap pers pemberi Bimbingan Belajar juga haru mempunyai ijin sebagai sebuah lembaga pendidikan atau pelatihan. “Bimbel jangan asal harus berijin sebagai lembaga Diklat, dan para pengajar yang berkompeten di bidangnya,”lanjutnya.



Soal maraknya Bimbel, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal Wahyu Yusuf Ahmadi mengaku belum mengetahui akan hal ini, Dirinya justru menanyakan lembaganya ada dan bergerak apa dan dimana. “Ijin kelembagaan bimbel bukan wewenang kami, kalau Disdik Kabuoaten hanya Perizinan PAUD, SD, SMP PKBM dan LKP.

Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kendal Tamari mengatakan jika pihakbya menggelar Bimbingan Belajar secara gratis. “Kami tidak ingin berkomentar terkait dengan munculnya banyak bimbel, namun program iyang kami jalankan sebagai bentuk kepedulian kita dari pemuda muhammadiyah untuk bersama sama membantu masyarakat yang ingin mendaftarkan diri sebagai perangkat desa namun ada keterbatasan, kami berikan materi yang kita susun untuk persiapan pembelajaran bagi peserta, kami juga menggunakan peralatan yang sesuai standart tes CAT, serta didampingi dari para pembimbing yang berkompeten. Itu semua kami berikan gratis untuk umum,”ujar Tamari.



Peserta yg mendaftar menurut Tamari ada 90, peserta yang konsen dan fokus ikut semua tahapan ada 35 orang. Dari peserta yang ikut seleksi CAT Kecamatan Sukorejo siswanya berhasil di tiga posisi yakni satu sekdes, satu kaur dan satu kasi.

“Prinsipnya kita belajar bersama, agar peserta lebih siap secara materi dan psikologi dalam menghadapi tesr, karena pengalaman yang lalu banyak peserta yang ketakutan yang akhirnya berdampak pada buruknya hasil,”lanjuthya.

Sementara itu calon perangkat desa dari Kecamatan Sukorejo, Kaliwungu, Kaliwungu dan Kaliwungu Selatan serta Brangsong menggelar CAT di STIE Semarang Kamis (17/6). Peserta yang mengikuti test ada 434 peserta. Sedangkan lowongan yang ada di 20 desa dengan posisi jabatan Kadus, Kaur Umum dan Perencanaan, Kaur Keuangan, Sekretaris Desa, Kasi Kesejahteraan, Kasi Pemerintahan dan Kasi Pelayanan.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *