Terkait Pengisian Perangkat Desa, Bupati Semarang Tegaskan Tidak Ada Titip-titipan

SEMARANG – Tim seleksi dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang diminta tegas menolak segala bentuk intervensi dari pihak manapun yang akan mempengaruhi hasil seleksi. Hal itu untuk memastikan seleksi perangkat desa tahap II pada 2021, dilaksanakan dengan jujur dan terbuka.

“Seleksi harus dilaksanakan sesuai peraturan yang berlaku. Tidak ada jual beli jabatan atau (model) titip-titipan,” kata Bupati Semarang Ngesti Nugraha di hadapan puluhan calon peserta seleksi perangkat desa tahap II, di Aula Kantor Kecamatan Banyubiru, Selasa (30/11/2021), dilansir dari jatengprov.go.id.

Menurutnya, seleksi perangkat desa yang fair akan dapat menghasilkan calon perangkat desa yang bermutu. Apalagi tantangan pembangunan di desa semakin berat, termasuk pengelolaan uang ratusan juta rupiah melalui dana desa, alokasi dana desa, maupun bantuan keuangan lainnya.

“Kita akan membangun desa dengan sumber daya manusia yang unggul lewat proses seleksi yang baik. Nantinya, para perangkat desa harus kreatif dan inovatif, demi kemajuan desa masing-masing,” ujarnya.

Kepala Dispermasdes Kabupaten Semarang Heru Purwantoro menjelaskan, pihaknya menjalin kerja sama dengan FEB UKSW untuk menggelar uji kompetensi kepada145 orang peserta seleksi perangkat desa tahap II pada 2021. Mereka akan memperebutkan 14 formasi perangkat desa, pada 11 desa di delapan kecamatan.

Ditambahkan, kerja sama semacam itu telah dilakukan sejak 2016, setelah terbitnya Peraturan Bupati Semarang Nomor 38 Tahun 2016, yang mengatur tata cara pengangkatan perangkat desa.

“Penandatanganan sebagai bentuk komitmen semua pihak yang terlibat untuk bersikap profesional dan akuntabel, dalam menyelenggarakan seleksi,” tegasnya.

Dekan FEB UKSW yang diwakili Ketua Prodi Akuntasi Yefta Andi Kus Noegroho, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan untuk menggelar uji kompetensi bagi calon perangkat desa ini.

“Belum banyak pemerintah daerah yang melakukan kerja sama. Kabupaten Semarang menjadi salah satu percontohan,” ujarnya.

Disampaikan, tes akan dilaksanakan pada Selasa (7/12/2021) hingga Rabu (8/12/2021) mendatang. Materi tes terdiri dari uji psikologi dan pengetahuan berbasis komputer, serta wawancara.

About admin

Check Also

Jelang Peringatan Satu Dasawarsa UU Desa, DESA BERSATU Gelar Rakernas

Jakarta, 12 Juni 2024 – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) DESA BERSATU menggelar pelantikan kepengurusan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *