THR Perangkat Desa, Bupati Kebumen Pastikan Tanggal Pencairannya

KEBUMEN – Kabar gembira di sampaikan oleh Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para kepala desa dan perangkat desa akan segera cair. THR bagi kepala desa dan perangkatnya dari Pemkab Kebumen tersebut dipastikan cair sebelum Hari Raya Idul Fitri 2024.

Berita yang dinanti-nanti aparatur pemerintah desa ini disampaikan oleh Bupati Kebumen Arif Sugiyanto pada acara sahur bersama di Balai Desa Kajoran, Kecamatan Karanggayam, Kebumen, Selasa, 26 Maret 2024 dini hari.

Kegiatan Sahur bersama ini sendiri dihadiri para Kepala Desa dan Perangkat Desa juga membawa kabar gembira untuk mereka. Pasalnya, pada lebaran kali ini, mereka bakal mendapat gaji ke 14 atau THR, yang besarnya sudah ditentukan.

Menurut Arif Sugiyanto, kebijakan ini juga belum pernah dilaksanakan di pemerintahan sebelumnya.

 “Alhamdulillah tahun ini kita juga berikan THR untuk kepala desa sak perangkat-perangkatnya. Tenaga P2K atau tenaga honorer seperti tukang sapu, dan juga PPPK juga bakal kita berikan THR,” terang Bupati seperti yang dikutip dari media pikiran-rakyat.

Sementara itu besaran THR yang bakal diterima oleh para Kepala Desa di Kabupaten Kebumen tahun ini sebesar Rp1.100.000. Kemudian, Sekretaris Desa (Sekdes) sebesar Rp990.000 dan Perangkat Desa akan menerima THR sebesar Rp 891.000.

THR atau gaji ke-14 untuk para Kepala Desa dan Perangkat Desa di Kabupaten Kebumen akan diberikan maksimal 4 April 2024 mendatang.

Selain Kepala Desa dan Perangkatnya, Pemkab Kebumen tahun ini juga memberikan THR Petugas Penunjang Kegiatan (P2K) atau pegawai honorer tenaga harian lepas.

Sahur Bersama Bupati Kebumen Untuk pertama kalinya, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto bersama pimpinan OPD juga mengikuti sahur bersama warga di Desa Kajoran, Kecamatan Karanggayam, Kebumen.

Arif mengatakan sahur bersama untuk mempererat silaturahmi antara Pemkab Kebumen dengan warganya. Menurutnya, banyak program-program pemerintah yang perlu disampaikan kepada masyarakat, sekaligus memperoleh masukan atau evaluasi jika ada kekurangan.

“Kita ingin pembangunan itu dilaksanakan dari bawah ke atas bukan dari atas ke bawah. Pembangunan dilaksanakan harus merata, dengan target-target yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Menurutnya pembangunan daerah tidak hanya terfokus pada infrastruktur semata, tapi juga ada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Pembangunan SDM meliputi, pengangkatan ribuan PPPK, pemberian beasiswa santri, pemberian insentif para guru ngaji TPQ.

“Dan ini sebelumnya pernah dilaksanakan, saya ingin bagaimana kesejahteraan para guru dan tenaga honorer ditingkatkan. Maka kita angkat mereka menjadi PPPK,” katanya.

Sebelum diangkat menjadi PPPK, guru dan tenaga honorer di Kebumen hanya mendapat gaji Rp500 ribu per bulan. Setelah menjadi PPPK gaji menjadi lebih dari Rp3 juta.

About admin

Check Also

Pererat Silahturahmi, PPDI Dan AKD Magetan Adakan Halal Bi Halal

MAGETAN – Memanfaatkan suasana Hari Raya Idul Fitri, PPDI (Persatuan Perangkat Desa Indonesia) dan AKD …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *