Tingkatkan Profesionalitas, PPDI Purworejo Bersama DPPAPMD Luncurkan Sekolah Pamong

Purworejo – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Purworejo telah meluncurkan inisiatif baru bernama “Sekolah Pamong.” Program ini bertujuan untuk memberikan Pendidikan Dasar kepada perangkat desa, sekretaris desa, dan kepala urusan guna meningkatkan profesionalitas dan pemahaman mengenai tugas dan fungsi mereka, serta mencegah kesalahan akibat ketidaktahuan terkait regulasi dan tanggung jawab mereka.

Acara peresmian dan peluncuran Sekolah Pamong ini dilakukan oleh Laksana Sakti AP MSi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPPAPMD) Kabupaten Purworejo, bertempat di kampus STIE Rajawali Purworejo. Acara tersebut dihadiri oleh 167 peserta dari berbagai desa dan kecamatan, yang dibagi dalam tiga kelas: kelas Sekretaris Desa dan Kepala Urusan, Kelas Kepala Seksi, dan Kelas Kepala Dusun.

Erwan W Ashari, Ketua PPDI Kabupaten Purworejo, bersama dengan jajaran pengurus dan Dr. Hesti Respatiningsih SE MPar, Ketua STIE Rajawali, turut hadir dalam acara ini. Para peserta mendapatkan berbagai materi penting dari DPPPAPMP dan PPDI, mencakup topik seperti hukum desa, pemerintahan desa, tupoksi perangkat desa, dan struktur keorganisasian PPDI.

Anjas Prasetyo, Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi dan SDM PPDI Kabupaten Purworejo, menjelaskan bahwa tujuan dari Sekolah Pamong adalah untuk memberikan panduan dan pemahaman kepada perangkat desa agar tidak melanggar aturan dalam menjalankan tugas mereka. “Ini adalah program perdana kami, dan kami berharap para peserta dapat lebih memahami batasan-batasan dalam melaksanakan tugas mereka,” ujar Anjas seperti yang dikutip dari media MetroTimes

Erwan W Ashari menambahkan bahwa Sekolah Pamong adalah hasil dari Musyawarah Kerja Daerah PPDI Kabupaten Purworejo tahun 2023 dan telah ditindaklanjuti dengan Rakorda tahun 2024. Ia juga menyebutkan bahwa program ini merupakan respon terhadap banyaknya perangkat desa yang menghadapi masalah karena kurangnya pemahaman. “Kami prihatin melihat banyak perangkat desa yang tersandung masalah. Sekolah Pamong ini diharapkan dapat menjadi solusi,” katanya.

Pada tahap awal, program ini difokuskan untuk perangkat desa baru yang menjabat pada tahun 2023 dan 2024. Namun, ke depannya, PPDI merencanakan program ini akan terus berlanjut dan juga menjangkau perangkat desa yang sudah lama bertugas. “Kami berharap Sekolah Pamong dapat merangkul semua perangkat desa, tidak hanya yang baru, tetapi juga yang sudah lama bertugas,” tambah Erwan.

Sekolah Pamong ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir ke-18 PPDI, yang telah dimulai dengan Tasyakuran di 16 kecamatan pada 17 dan 18 Juni 2024. Kegiatan lain termasuk Turnamen Bola Voli untuk memperebutkan Piala Pamong pada 7-14 Juli 2024 di Desa Kepuh Kutoarjo, Parade Paduan Suara pada 14 Juli 2024 di Gedung Kesenian WR Soepratman, serta Apel Bakti Pamong dan Resepsi Peringatan Hari Lahir PPDI pada 18 Juli 2024 di GOR Sarwo Edhie Wibowo. “Kami mengadakan berbagai kegiatan ini sebagai upaya konsolidasi PPDI,” ujar Erwan.

Laksana Sakti, dalam konfirmasinya, memberikan apresiasi tinggi terhadap program Sekolah Pamong. Menurutnya, peningkatan kapasitas perangkat desa sangat penting, terutama untuk perangkat baru, meskipun regulasinya belum diatur secara khusus oleh pemerintah desa. “Kami dari pemerintah kabupaten mendukung upaya peningkatan kapasitas ini. Harapannya, perangkat desa dapat memahami aturan dan norma yang berlaku sehingga dapat bekerja dengan profesional,” jelasnya.

Ia juga mendorong agar Sekolah Pamong ini terus dikembangkan. “Beberapa waktu lalu, kami juga bekerja sama dengan STIE Rajawali untuk menyusun kurikulum peningkatan kapasitas perangkat desa. Kami berharap program ini bisa terus berkembang dengan dukungan dari pemerintah desa,” tambahnya.

Dr. Hesti Respatiningsih, Ketua STIE Rajawali, juga mengungkapkan apresiasinya, terutama karena Sekolah Pamong angkatan pertama ini dipusatkan di kampusnya. “Kami berharap dapat terus berkontribusi dan bekerja sama dengan DPPPAPMP dan PPDI dalam program-program pengembangan lainnya. Kami siap untuk mendukung dan berpartisipasi aktif dalam program ini,” tutupnya.

About admin

Check Also

Resmi, Pemkab Mukomuko Pastikan Pelantikan Perpanjangan Masa Jabatan 148 Kepala Desa Di Oktober 2024

MUKOMUKO – Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, telah memutuskan untuk memperpanjang masa jabatan 148 kepala …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *