Waduh …. Ada Kebocoran Soal Test Seleksi Perangkat Desa Di Banyuwangi

Banyuwangi – Pelaksanaan ujian tertulis dalam rangka pemilihan perangkat desa di lima desa di Kabupaten Jatibanteng, beberapa waktu lalu, menyisakan masalah. Artinya, diduga beberapa penguji telah mendapatkan kunci jawaban untuk pertanyaan tersebut.

Seperti dikutip dari indonesiaonline.co.id, masing-masing desa tersebut adalah Desa Patemon, Desa Curahsuri, Desa Pategalan, Desa Kumbang Sari, dan Desa Jatibanteng. Barang bukti ditemukannya kunci jawaban itu kabarnya sudah diamankan polisi.

Ketua marga Gerindra Abdul Aziz mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut. Ia berharap kejadian tersebut bisa segera diinvestigasi. “Harus diselidiki siapa yang terlibat dalam kebocoran penyidikan. Yang jelas harus ada tindakan tegas,” ucapnya.

Diakui Abdul Aziz, berdasarkan laporan yang diterimanya, tidak semua calon desa mendapat kunci jawaban dalam proses seleksi. Tapi hanya orang-orang tertentu. “Sepertinya dia sudah dikondisikan. Kami minta DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) bertanggung jawab,” imbuhnya.

DPMD diharapkan turun untuk memeriksa siapa yang terlibat. Jika kebocoran kunci jawaban menyebabkan keterlibatan DPMD itu sendiri, maka harus ada pembatasan yang tegas. “Jadi tidak ada yang main-main di dubur ini,” ujarnya.

Ia juga berharap bisa meminta anggota Komisi DPRD menindaklanjuti. Untuk itu, Abdul Aziz mengaku sudah memerintahkan anggota marga Gerindra untuk menjadwalkan sidang. Di sana mereka ditanya mengapa pertanyaan itu bocor, ujarnya.

Tes tertulis untuk seleksi aparat desa digelar pada 27 April lalu. Kelima desa tersebut melakukan tes secara serentak di salah satu sekolah menengah negeri di Kabupaten Jatibanteng. “Langsung ada kunci jawaban yang dipegang peserta. Tapi tidak semua peserta, hanya yang sudah dikondisikan,” pungkasnya.

Secara terpisah, Ketua DPMD Lutfi Joko Prihatin mengaku sudah mendapat laporan terkait hal tersebut. Dia mengatakan, pihaknya masih melakukan pengecekan pihak-pihak yang terlibat dalam kebocoran masalah tersebut. “Kita menilai, kita cek dulu implementasinya,” jelasnya.

Lutfi menambahkan, kebetulan saat melakukan seleksi, DMPD diminta membantu menyusun soal. Belakangan, pihaknya berupaya mensterilkan naskah soal agar tidak bocor. “Pasti steril,” pungkasnya.

About admin

Check Also

Mendagri Tetapkan Seragam ASN, Bagaimana Dengan Penggunaan Seragam Bagi Perangkat Desa?

JAKARTA – Menteri Dalam Nеgеrі (Mеndаgrі) Tіtо Kаrnаvіаn ѕесаrа rеѕmі tеlаh mеngеluаrkаn реrаturаn mеngеnаі ѕеrаgаm …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *