Hadiri Rakernas PAPDESI, Ketua DPR Ungkap Kondisi Terkini Dari Revisi UU Desa

Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan, DPR bersama Pemerintah berkomitmen untuk segera mengesahkan revisi Undang-undang (RUU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang akan berperan dalam pembangunan desa secara berkepanjangan.

“Semangat revisi terbatas atas UU Nomor 16 Tahun 2014 tentang Desa perlu diletakkan dalam rangka untuk mewujudkan visi misi menjadikan Desa sebagai subyek pembangunan,” kata Puan saat menyampaikan pidato dalam rapat kerja nasional (Rakernas) II Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) seperti yang dilansir dari beritajatim.com, Selasa (26/9/2023).

Puan menambahkan, DPR bersama Pemerintah berkomitmen untuk segera mengesahkan RUU Desa demi peningkatan pembangunan desa. Hanya saja, ia meminta masyarakat untuk bersabar karena DPR dan Pemerintah masih perlu mencari formula terbaik yang dapat mengakomodir kepentingan semua pihak.

“Tidak ada rencana untuk menahan, tidak ada rencana untuk menghambat. DPR ingin memastikan, yang paling penting adalah agar UU Desa dapat berguna bagi masyarakat desa,” ujar Puan.

“Saya meminta kepada aparat desa atau perangkat desa yang ada bahwa kalaupun nanti ini bisa dilaksanakan rancangan undang-undang ini, sebesar-besarnya adalah untuk kepentingan desa, dan sebesar-besarnya untuk kebermanfaatan untuk masyarakat desa,” tambah Puan.

Seperti diketahui, Revisi UU Desa yang telah disepakati menjadi Rancangan Undang-Undang (RUU) Desa itu saat ini memasuki tahap pembahasan bersama Pemerintah sebelum akhirnya diundangkan. Banyak perubahan dalam Undang-Undang Desa yang diajukan DPR telah disetujui oleh Pemerintah. Meski begitu masih ada pula sejumlah hal yang perlu dibahas, di antaranya soal perpanjangan masa jabatan kepala desa dan besaran kenaikan dana desa.

Puan berharap UU Nomor 16 Tahun 2014 tentang Desa yang telah direvisi dapat menekankan pada peran pemerintah Desa yang lebih tepat. Khususnya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat Desa. Dia memaparkan, dana Desa yang dikucurkan sejak tahun 2015 hingga 2023 telah mencapai Rp 528 triliun. Puan mengatakan, dana tersebut untuk membangun infrastruktur dasar di Desa, pemberdayaan masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Maka penggunaan Dana Desa ke depan harus lebih fokus pada tugas Pemerintah Desa dalam menyelenggarakan Pemerintahan Desa untuk melayani masyarakat Desa,” kata politikus PDIP ini.

“Pemerintahan yang modern pada hakikatnya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintahan diadakan bukan untuk melayani diri sendiri. Sehingga diperlukan perhatian kita bersama di dalam mewujudkan visi dan misi Desa sebagai subyek pembangunan,” ujar Puan.

About admin

Check Also

Buka Bimtek Aparatur Desa Dan Kelurahan, Bupati Badung Tekankan Optimalisasi Pelayanan Masyarakat

BADUNG – Bupati Badung, I Nyoman Giri Prаѕtа, ѕесаrа resmi mеmbukа Bіmbіngаn Tеknіѕ (Bіmtеk) untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *