” Seragam Elit Kesejahteraan Sulit, PPDI Bandongan Protes Masuk Bulan April Siltap Belum Cair

MAGELANG – 100-an Perangkat Desa dari Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, mendatangi kantor kecamatan, untuk menanyakan perihal penghasilan tetap (siltap) yang belum cair sejak bulan Januari 2024.

Sebelumnya, para perangkat desa ini berkumpul di Balai Desa Bandongan. Kemudian, mereka beramai-ramai menuju Kantor Kecamatan Bandongan.  Saat tiba di Kantor Kecamatan Bandongan, massa membentangkan spanduk bertuliskan ‘Seragam Elit Kesejahteraan Sulit. Siltap 3 Bulan Rung Cair, Bodho Tak Umpetan Wae’.

Para pamong desa ini ada yang membawa poster bertuliskan ‘PNS oleh THR, PPPK oleh THR, Karyawan swasta oleh THR, Buruh pabrik oleh THR, Perangkat Desa oleh Kabare’ dan lainnya.

Sebagai informasi untuk siltap yang belum cair ini mulai dari bulan Januari-Maret 2024. Kemudian untuk hari ini telah memasuki bulan April 2024. Sementara itu Perangkat Desa juga berharap siltap mereka bisa cair sebelum Lebaran.

PPDI Badongan audensi dengan Camat (foto detiknews/Istimewa)

“Kedatangan kami perangkat desa menginginkan percepatan (pencairan) siltap. Karena perangkat desa se-Kabupaten Magelang mulai dari Januari sampai bulan April ini belum terima siltap (penghasilan tetap) atau gaji,” kata Ketua PPDI Kecamatan Bandongan, Miftakhurrohman kepada wartawan di Kantor Kecamatan Bandongan, Senin (1/4/2024) seperti yang dilansir dari detiknews.

Mereka mengaku menggeruduk kantor Kecamatan Bandongan, agar Camat Bandongan bisa memberikan penekanan ke Pemkab Magelang. Mereka berharap Camat Bandongan bisa menyalurkan aspirasi mereka ke Pemkab Magelang.

“Harapan kami, beliau (Camat) sebagai bapak kami bisa membawa aspirasi, keluhan perangkat desa. Gaji kami UMK Rp 2,2 juta tiap bulan. Harapan kami beliau ngawal ke atas,” katanya.

Massa perangkat desa yang datang ini disebut hanya perwakilan. Sedangkan yang lain memberikan pelayanan kepada warga di masing-masing kantor desa.

“Ini hanya perwakilan sekitar 100 lebih, bukan semuanya mengingat puasa. Kalau secara keseluruhan ada 190-an (anggota PPDI), ini tetap ada yang jaga memberikan pelayanan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Bandongan Haryono mengatakan saat audiensi massa menyampaikan hal-hal terkait siltap yang sudah tiga bulan belum cair.

“Itu hanya semacam mohon dukungan dari Camat agar siltap segera cair. Hari ini, SP2D (surat perintah pencairan dana) turun. Kemudian dari kasda sudah akan masuk ke rekening penyimpanan Bank Bapas yang di Bank Jateng,” kata Haryono.

Menurut Haryono, untuk tahap pertama sudah ada 11 desa yang sudah mengajukan. Untuk tahap kedua ada 2 desa dan ketiga ada 1 desa. Keseluruhan desa di Kecamatan Bandongan ada 14

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Magelang, Gunawan Yudi Nugroho mengatakan, tahap pertama ada 118 desa yang sudah mengajukan ke BPPKAD. Kemudian tahap kedua ada 29 desa, tahap ketiga 50 desa, tahap keempat 24 desa, tahap kelima ada 62 desal dan tahap keenam ada 44 desa.

“Bandongan itu masih Desa Trasan dan Banyuwangi yang belum (mengajukan). Ketika mereka menuntut (pencairan) datang ke sini, mana yang APBDes sudah rampung, posting mana, terus belum rampung (penyusunan),” ujar Gunawan.

Gunawan menyampaikan pihaknya mencoba untuk proporsional. Dia menerangkan berdasarkan data yang didapatkan Dispermades, di Bandongan ternyata sudah ada 12 desa yang mengajukan. Adapun dari 367 desa, yang belum mengajukan masih ada 43 desa.

“Informasi dari BPPKAD, nsyaallah hari ini SP2D sudah terbit,” jelas dia mengakhiri wawancara.

About admin

Check Also

Sikapi Disahkannya Revisi UU Desa, DPRD Gelar Rapat Kerja Bersama DPMD Trenggalek

TRENGGALEK – Mensikapi revisi UU No 06 Tahun 2014 Tentang Desa yang telah disah kan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *