Berita,  Berita Daerah

Seiring Harlah Ke-16, PPDI Rokan Hilir Desak Pemerintah Segera Bayar Siltap Yang Tertunda

BAGAN SIAPI-API – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Rokan Hilir, rayakan ulang tahun ke 16 secara sederhana di hutan Kota Bagansiapiapi beberapa hari lalu. Ketua PPDI Riau Nina Siahaan yang hadir saat itu nampak memotong tumpeng bersama perangkat desa yang secara resmi sudah tercatat sebagai anggota PPDI Rohil.



“Alhamdulillah, saat ini PPDI sudah berusia 16 tahun dan untuk di Riau khususnya di Rohil kita sudah aktif sejak beberapa tahun terakhir. Kami berharap di usia ini PPDI makin bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan tentunya semua hak hak perangkat desa bisa terpenuhi oleh pemerintah daerah, mengingat tanggung jawab dan kerja yang dilakukan para perangkat desa ini cukup membantu aparatur desa. Harapan kami juga pengangkatan perangkat desa seperti yang di janjikan oleh pemerintah pusat bisa segera terealisasi,” paparnya, Senin (20/6).

Dilansir dari riaupotenza.com, Nina juga mengatakan, harapan yang tak kalah pentingnya kata Nina adalah pemerintah daerah khususnya kabupaten Rokan Hilir bersama DPRD bisa segera menyelesaikan PR terkait gaji perangkat desa ditahum 2020 dan 2021 yang belum di bayarkan.

“Kita sudah menempuh berbagai cara agar kawan kawan perangkat desa bisa segera menerima haknya. Kami berharap pemerintah daerah dan DPRD bisa segera merealisasikan seperti yang dijanjikan akan di anggarkan pada APBD P 2022 ini. Semoga itu bisa segera terwujud,” sebutnya 

Peran PPDI kata Nina selanjutnya dalam kelancaran kinerja perangkat desa cukup besar. PPDI kata Nina bisa menjadi wadah saling bertukar informasi, pengetahuan serta untuk salin silaturahmi sesama perangkat desa. 

“Banyak sekali efek positif yang di berikan oleh PPDI kepada anggota yang terdiri dari perangkat desa se Rohil ini, kita buat group WA khusus anggota dimana semuanya disana bisa saling bersilaturahmi, bertukar informasi dan wawasan terkait pekerjaan. Dan itu sangat membantu, saat anggota A tidak tau, maka akan ada anggota B yang memberikan pemahaman. Begitu seterusnya, jadi komunikasi hampir tiap hari kita bangun agar solidaritas sesama anggota tetap terjalin dengan baik,” tutupnya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *